MRT Jakarta! Tingkatkan Produktivitas dengan Budaya Baru

Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase I yang menghubungkan Lebak Bulus - Budaran HI diresmikan Presiden RI Joko Widodo, Minggu (24/3) dan mulai beroperasi secara komersial per 1 April 2019. Kehadirannya menjadi momentum menciptakan budaya baru masyarakat Ibu Kota dan diperkirakan mampu mendorong produktivitas para pekerja serta menguntungkan bagi dunia usaha. 


Kehadiran transportasi massal ini pun menjadi perbincangan di media sosial sejak awal 2019 hingga saat ini. Berdasarkan pemantauan percakapan di media sosial yang dilakukan Ivosights melalu platform Ripple10 pada 1 Januari - 18 Maret 2019 tercatat ada 34.668 percakapan. Terdiri atas 1.297 (3,8 %) percakapan positif, 425 (1,2 %) percakapan negatif, sisanya netral. 

Berdasarkan data tersebut, percakapan terbesar bersumber dari Twitter sebesar 30.349 (87,5 %). Disusul Instagram dan Youtube sebesar 4.224 (12,2 %) dan 95 (0,3 %).

Pada percakapan tersebut ada lima hastags yang masuk ke dalam top hashtags: #mrtjakarta, #ubahjakarta, #jakarta, #mrt, #indonesia. Sedangkan 10 kata yang masuk ke dalam wordcloud adalah Jakarta, MRT, MRT Jakarta, Stasiun, coba, uji, beroperasi, kereta, transportasi dan HI.


Keunggulan transportasi massal ini dibandingkan yang telah ada terletak pada jarak tempuh (Lebak Bulus-HI hanya membutuhkan waktu 30 menit), menggunakan sistem persinyalan tercanggih di dunia, kereta ini bisa jalan tanpa masinis dan strasiun MRT menggunakan standar internasional. 

Fasilitas yang disediakan pun terbilang lengkap, seperti tangga dan eskalator untuk akses masuk dan keluar penumpang umum. Elevator khusus untuk manula, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Terdapat pula jaringan nirkabel dan penampang informasi berisi stasiun kedatangan dan keberangkatan kereta, peron menunggu keretanya pun menggunakan platform screen door (PSD) serta area concourse (lantai gerai komersial). 

Namun demikian, pengoperasian MRT masih menuai komentar dikalangan netizen. Apa saja sih komentarnya? Komentar positif: cepat, nyaman, ramah, mantap dan mudah. Sedangkan komentar negatif: mahal, ribet, susah dan jelek. 

Apapun komentar para netizen, baik itu positif maupun negatif, semoga keberadaan MRT Jakarta Fase I ini dapat dijadikan momentum menciptakan budaya baru masyarakat Ibu Kota dan mendorong produktivitas para pekerja.

Request Demo

Copyright © 2017 Ripple10 Part of Ivosights